Friday, November 30, 2012

SMPK MAKADIKI:(DI AMBANG) KEHANCURAN? Sebuah Peluang, Tantangan dan Harapan




Pendidikan adalah senjata paling mematikan, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia" - Nelson Mandela


Pre-Secundaria St. Maria De Fatima  Makadiki, adalah satu-satunya sekolah milik SVD  di Timor Leste. Kebanyakan dari kita barangkali belum mengetahui keberadaan sekolah yang pernah masuk dalam kategori sekolah unggul ini. Berikut adalah hasil perbincangan singkat dengan pater Stanis Kopong, SVD, Cofounder sekaligus director sekolah saat ini.

Peluang
P. Stanis Kopong, SVD, Direktor of SMPK, Makadiki



Sekolah yang dipioneri oleh Pater Iustus Asa, SVD, dan Pater Stanis Kopong, SVD, ini pernah tercatat sebagai sekolah unggul di bagian Timur bumi Loro Sae. Sejarah menuturkan bahwa masa keemasan lembaga pendidikan ini terjadi pada masa kolonial mazhab kedua, (baca: Indoensia). Pada masa itu, sekolah ini pernah kebanjiran murid dan mutunya mengalahkan sekolah-sekolah lain setingkatnya.

Peluang emas ini sayangnya seolah berlalu. Sekolah yang satu-satunya diprakarsai oleh SVD (hingga saat ini) di Negeri yang baru merdeka ini, seolah kehilangan taringnya pada zaman kemerdekaan. Pater Stanis Kopong, SVD, menegaskan bahwa kemerosotan mutu pendidikan disebabkan oleh banyak faktor tetapi terutama oleh faktor kurikulum dan pendidik. 
 
Ada perbedaan sistematika dan aplikasi kurikulum yang diterapkan dari masa sebelumnya. Jaringan akhir yang kurang ketat, yang menyebabkan murid bersikap permisif dan tidak belajar. Hal ini berujung pada mutu pendidikan. Pater Stanis mengakui bahwa hal ini merupakan fenomena umum ini di Timor Leste bukan hanya di sekolah yang dipimpinya. Sistem pendidikan yang sedang diimplementasi ini, akui pater Stanis, sudah menunjukan sedikit perubahan. Ia menyebutkan bahwa perubahan misalnya pada permeriksaan ujian akhir dilakukan di distrik (kabupaten) bukan di sekolah masing-masing. Tambahan pula, pendidikan gratis pada sekolah-sekolah negeri yang diterapkan pemerintah berujung pada berkurangnya murid yang belajar di sekolah swasta semisal SMPK.

Gedung SMPK Makadiki Lama
Faktor guru merupakan salah satu penyebab utama menurun drastisnya mutu pendidikan di sekolah yang didirikan pada tahun 1987 itu. Guru diamini pater Stanis sebagai elemen fundamental dalam sebuah lembanga pendidikan apapun. Banyak tenaga pengajar yang bukan berprofesi guru. Latar belakang pendidikan sangat berpengaruh pada kualitas kependidikan seorang pendidik. Memang bukan sesuatu yang mutlak bahwa sekolah yang berkualitas merupakan output dari para pendidik yang berkualitas juga, tambah pater Stanis. Faktor lain adalah lemahnya komitmen yang ditunjukan oleh para pendidik. Mental peserta didik yang berkesan amburadul tak karuan, tambah pater Stanis, memperburuk kondisi yang ada.

Tantangan
Pertanyaan yang barangkali perlu diajukan berhubungan dengan situasi SMPK Makadiki ini adalah bagaimana tanggapan kita SVD untuk mengembalikan mutu pendidikan yang pernah ditoreh oleh lembaga pendidikan ini? Tentu bukan sebuah perkerjaan yang mudah untuk membangun atau melanjutkan sebuah lembaga pendidikan SWASTA di Timor Leste di tengah mengguritanya program gratis uang sekolah yang dicanangkan pemerintah. Yang mana, menurut direktor SMPK, uang sekolah menjadi salah satu factor utama orang enggan menimba pengetahuan di sekolah Makadiki. Tetapi hal ini juga bukan sesuatu yang super sulit untuk diatasi, karena toh sekolah-sekolah ternama di TimLes masih didominasi oleh sekolah-sekolah swasta.

Mutu pendidikan super top tetap menjadi Kriteria utama orang memilih sekolah. Mampukah kita (SVD) mengembalikan mutu yang pernah diukir sehingga SMPK itu tetap menjadi pilihan faforit banyak orang? Untuk mewujudkan impian ini, kata pater Stanis, perlu sebuah kerja keras. Pertama, kita harus meperkuat barisan personel pendidik. Menempatkan satu orang saja untuk membangun sebuah sekolah  tidak cukup, kata pater Stanis. Membuka SMU sebagai parallel dari SMPK ini menjadi sebuah alternatif lain untuk menarik perhatian orang. Infrastruktur yang baik dan layak juga menjadi faktor penentu sebuah mutu pendidikan.

Harapan
Gedung SMPK Makadiki yang baru
Harapan yang sangat diharapkan oleh Pater Stanis adalah memberikan perhatian secukupnya terhadap pengembangan pendidikan di Sekolah ini. Mutu hanya mungkin akan dicapai lagi kalau ada transformasi. Transformasi yang paling urgen adalah mencari soulsi super jitu dari kita sebagai pemilik sekolah ini. 


Masihkah kita (SVD) berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMPK Makadiki sebagaimana yang pernah dimiliki oleh para pendiri sekolah itu?

"Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya sejak hari ini" - Malcolm X

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.